Panduan Praktis Untuk Reseller

Bisnis merupakan kegiatan atau aktivitas sebagai upaya untuk menghasilkan uang. Pada prinsipnya, bisnis adalah menyediakan solusi kebutuhan untuk orang lain dan dalam prosesnya bisa dilakukan dengan berbagai metode atau cara.

Reseller
Reseller

Jenis bisnis sangat beragam dengan bidang yang juga bervariasi. Salah satu bisnis potensial berkembang dan dapat membawa kesuksesan adalah menjadi reseller.

Pengertian Reseller

Bisnis reseller tentu sudah sangat akrab di telinga kita dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Jenis bisnis ini sebenarnya tidak begitu beda dengan affiliate, marketer, agen, distributor, dan sejenisnya.

Reseller merupakan salah satu metode bisnis dengan mempromosikan produk orang lain. Pada umumnya reseller melakukan aktivitas promosinya melalui media internet untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Apakah Salah Jika Kita Mempromosikan Produk Orang Lain?

Menurut pendapat penulis, selama produk yang ditawarkan bermanfaat, halal, dan dilakukan dengan cara yang sah sesuai dengan hukum, maka boleh donk dilakukan.

Menjadi Reseller Apakah Berpotensi untuk Sukses?

Secara finansial, mempromosikan produk orang lain kemudian kita berhasil menjualnya merupakan kegiatan yang menghasilkan. Bahkan, jika kita dapat membuat dan memasarkan produk sendiri, maka akan memiliki kesempatan untuk menjadi lebih sukses.

Baca Juga : Tips Agar Lolos Tes Wawancara Saat Melamar Pekerjaan

Sudah banyak pengusaha yang mengawali profesinya sebagai reseller kemudian sekarang memiliki penghasilan ratusan bahkan milliaran rupiah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semua kegiatan bisnis mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses, termasuk reseller.

Tips Sukses Menjadi Reseller

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tips agar para reseller bisa lebih kencang lagi jualanya.

Menjadi Reseller Berkualitas dengan Memilih Produk yang Tepat untuk Ditawarkan

Hal utama yang harus disiapkan untuk menjadi reseller adalah menemukan produk yang tepat dan berkualitas agar kita mudah menjualnya.

Selain produknya, kita juga perlu mempertimbangkan track record produsen atau perusahaanya. Pelayanan yang selalu siap diberikan dengan respon cepat juga akan memberi pengaruh besar pada saat kita menjual produk dari supplier.

Bangun Media Promosi untuk Menjadi Reseller Sukses

Sebagian besar reseller mengalami masalah utama pada bagian penjualan, yaitu merasa kesulitan untuk mendapatkan pembeli. Biasanya hal ini disebabkan karena sering menghabiskan waktu promosi secara asal-asalan.

Pada umumnya reseller melakukan posting status secara terus menerus dan berharap ada yang membeli dari aktifitas tersebut. Namun kenyataanya, justru terkesan membuat spam di beranda kontak atau teman-teman media sosialnya.

Agar tidak tidak menimbulkan kesan asal posting produk, mulailah membangun media promosi untuk bisnis Anda. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan fitur media sosial seperti fanspage (Facebook) ataupun Instagram Bisnis.

Tentukan media promosi yang cocok untuk melakukan promosi di media sosial. Jika mentargetkan pasar milenial, maka gunakanlah instagram yang kerap mereka akses. Kita juga bisa memanfaatkan facebook untuk target pasar yang lebih luas sekaligus membangun relasi.

Setelah menemukan media yang tepat, langkah selanjutnya adalah membuat target pasar Anda berkumpul. Bagikan konten yang bagus dan menarik agar mereka bisa menjadi pelanggan setia kita di media sosial. Strategi ini dinamakan “Attract Prospect“.

Jualan produk tapi tidak disertai dengan upaya membangun media promosi, sama halnya teriak di ruang kosong.

Tidak ada yang merespon

Reseller yang berhasil, bisa menghabiskan 80% waktunya untuk membangun media promosi. Jadi, ketika media sudah terbentuk, apapun yang akan mereka jual selalu ada pembeli.

Fokus Kepada Produk Potensial

Setelah mempelajari produk, respon dan layanannya supplier, langkah selanjutnya adalah mengambil keputusan menjadi reseller. Biasanya jika seseorang telah resmi menjadi reseller, mereka akan diberi lebih banyak informasi produk oleh suppliernya.

Pada bagian ini, Anda harus jeli untuk memilih dan menentukan produk. Jangan berfikir untuk menjual semua produk yang ditawarkan oleh supplier. Tapi fokuslah pada salah satu sampai maksimal tiga produk saja, jangan lebih. Pilih dan tentukan produk yang paling mudah dijual dan banyak peminatnya.

Alasan kita harus memilih dan menentukan satu sampai dengan tiga jenis produk adalah agar kita dapat fokus menjual dengan hasil yang maksimal.

Adapun cara mengetahui produk tersebut potensial atau tidak bisa dilakukan melalui riset atau survei. Jika tidak sempet melakukan riset, bisa langsung tanya ke saya, ya.. Hehe…

Baca Juga : Tips Bepergian Saat Musim Corona

Jadwalkan Up Sell untuk Mempertahankan Pelanggan

Jangan memiliki kebiasaan buruk seperti para reseller biasanya dengan bersikap acuh setelah mendapatkan pembeli. Langkah yang tepat setelah mendapatkan pembeli adalah melakukan penjadwalkan up sell. Apa maksud dari up sell??

Up sell merupakan upaya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan pembeli menjadi pelanggan agar membeli lagi produk ke penjualan yang sama.

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat jadwal untuk menawari produk selanjutnya. Kita bisa melakukannya 2 minggu atau sebulan setelah orang membeli produknya. Tawarkan produk lain atau produk yang melengkapi produk sebelumnya.

Menawarkan produk kepada pelanggan itu JAUH LEBIH MUDAH daripada menawarkan ke pembeli yang baru. Jadi, jangan sia-siakan para pembeli lama Anda.

Informasi lainya klik disini

Beri Manfaat Berbagi

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *