Protokol Kesehatan Bagi Pendaki Dimasa Pandemi

Banyak hal bisa kita dapatkan dari perjalanan dan petualangan di area pegunungan. Salah satunya adalah dapat mendekatkan kita dengan alam dan Sang Pencipta.

Pendaki dan pecinta alam sejati pasti akan merasakan aktivitas pendakiannya dengan kenyamanan untuk menikmati dan bukan membebani alam. Kenyamanan dalam pendakian akan memberikan kesan yang menyenangkan sehingga menimbulkan rasa kangen untuk terus berpetualang.

Di masa pandemi corona atau covid 19, banyak sekali yang berubah. Termasuk didalamnya adalah ketentuan dalam melaksanakan perjalanan mendaki.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mencoba memposting Perancangan / kaidah-kaidah di era new normal mendaki gunung. Ini juga menjadi bagian dari tips bagi para pendaki untuk lebhi sebagai berikut.

Persiapan yang Matang Sebelum Mendaki

Sebelum mendaiki, kita perlu melakukan beberapa hal yang meliputi persiapan bekal perjalanan, peralatan yang diperlukan, serta riset yang tepat.

Dari sisi fisik, mungkin dalam rentang waktu pandemi yang berlangsung lebih dari empat bulan, tubuh kita kurang gerak karena dalam kondisi berkegiatan di rumah. Jadi, perlu aktivitas untuk melatih otot tubuh berupa olahraga dan membina fisik. Jangan sampai minim gerak menjadi kendala atau penghambat proses perjalanan mendaki.

Waspada Penyakit Hipotermia Saat Mendaki

Pendakian merupakan perjalanan di bagian permukaan Bumi yang tinggi dan umumnya memiliki temperatur suhu rendah atau dingin. Jadi, kemungkinan yang bisa terjadi di lapangan adalah ganggguan berupa penyakit yang dialami saat mendaki, misalnya bahaya hipotermia.

Hipotermia merupakan suatu kondisi di mana mekanisme pengaturan temperatur tubuh mengalami kesulitan dalam mengatasi tekanan suhu dingin yang ekstrim. Hipotermia biasanya terjadi karena temperatur suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C.

Ada saat suhu di gunung mengalami penurunan drastis, terutama pada Juli menuju Agustus yang biasanya mencapai puncak musim kemarau. Bahkan di beberapa gunung, mungkin ada yang sampai keluar serbuk es. Jika kita tidak menyiapkan diri terkait dengan kemungkinan penyakit hipotermia, maka dapat membahayakan tubuh.

Persiapkan Tim Pendakian Sebaik Mungkin

Salah satu unsur terpenting suksesnya pendakian adalah keberadaan tim yang telah dipersiapkan dengan baik. Biasanya, dalam sebuah tim akan dipilih orang yang dituakan untuk dijadikan sebagai koordinator atau ketua.

Pilih yang memiliki kemampuan atau skill, berpengalaman, berpengaetahuan (knowledge), dan atittude baik juga dimilikinya. Jadi, perjalanan kita didampingi oleh orang yang memang mempunyai kompetensi dibidang pendakian.

Jika ingin praktis, tim Anda bisa menggunakan jasa pemandu yang sudah tersertifikasi untuk menemani pendakian. Jadi, secara otomatis segala persiapan dan pelaksanaan baik pra ataupun pasca pendakian gunung itu bisa di konsultasikan dengan pemandu.

Peralatan Sesuai Protokol Kesehatan

Memasuki era new normal, protokol kesehatan juga harus tetap diperhatikan dan dipatuhi. Selain peralatan utama untuk mendaki, kita juga harus menyiapkan perlindungan diri dari ancaman virus. Jadi tetap membawa perlengkapan protokol kesehatan seperti masker, sarung tangan plastik / kain dan hand sanitizer.

Jangan lupa, persiapkan juga perlengkapan pribadi seperti pakaian tidur, ransel, alat makan, matras, tenda, alat masak, dan lainnya.

Mendaki dapat dijadikan sebagai sarana melatih kemandirian. Jadi, jangan sampai dalam perjalanan justru menjadi beban atau merepotkan orang lain dan tim. Jadilah pendaki cerdas.

Demikian tips protokol kesehatan bagi pendaki saat mendaki di masa pandemi. Semoga bermanfaat.

Beri Manfaat Berbagi

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *